Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Morse Fall Scale (MFS) di Rumah Lansia Annisa Ummul Khairat, Batam

Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Morse Fall Scale (MFS) di Rumah Lansia Annisa Ummul Khairat, Batam

Pada hari Rabu, 10 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus penelitian asuhan keperawatan gerontik yang bertempat di Panti Lansia Annisa Ummul Khairat, Kota Batam1. Kegiatan ini diprakarsai oleh tim mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Awal Bros Batam, di bawah bimbingan Rachmawaty M Noer.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat risiko jatuh pada lansia menggunakan instrumen Morse Fall Scale (MFS) serta mengimplementasikan intervensi latihan fisik guna meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup para lansia.

Kegiatan ini melibatkan 21 orang lansia yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan rutin di panti tersebut. Berdasarkan karakteristik demografi, mayoritas peserta adalah perempuan (95,2%) dengan rentang usia antara 60 hingga 78 tahun. Sebelum diberikan intervensi, tim melakukan pengkajian awal (pretest) yang menunjukkan temuan signifikan:

  • Sebanyak 95,2% lansia berada dalam kategori berisiko jatuh, yang terdiri dari 57,1% risiko rendah dan 38,1% risiko tinggi.
  • Hanya 1 orang lansia (4,8%) yang masuk dalam kategori tidak berisiko.
  • Faktor risiko ini diperparah oleh riwayat penyakit kronis yang diderita peserta, seperti hipertensi (36,1%), kolesterol tinggi (25,0%), dan asam urat (16,7%)

Sebagai langkah pencegahan, tim memberikan intervensi berupa Senam BEEP (Senior Exercises for Balance) selama 10-15 menit. Senam ini dipilih karena gerakannya yang sederhana, mudah diikuti, serta fokus pada koordinasi pergerakan, keseimbangan postural, dan fleksibilitas sendi10. Selain senam, para lansia juga diberikan edukasi kesehatan mengenai faktor risiko jatuh dalam aktivitas sehari-hari.

    Meskipun secara statistik perubahan ini belum dianggap signifikan (p = 0,171) karena durasi intervensi yang hanya dilakukan dalam satu sesi, terdapat indikasi awal bahwa latihan fisik rutin dapat memperbaiki kemampuan keseimbangan lansia.

    • Setelah intervensi dilakukan, hasil evaluasi menunjukkan adanya tren positif:
    • Jumlah lansia dalam kategori "tidak berisiko" meningkat dari 1 orang menjadi 3 orang (14,3%).
    • Proporsi lansia dengan risiko rendah mengalami penurunan dari 57,1% menjadi 47,6%.

      Kegiatan ini menegaskan pentingnya penggunaan instrumen Morse Fall Scale secara sistematis oleh tenaga kesehatan untuk memprioritaskan asuhan keperawatan gerontik. Tim menyimpulkan bahwa program latihan fisik dan edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terprogram untuk mencapai dampak optimal dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di komunitas